Apa yang biasanya anda rasakan kalau sudah masuk minggu malam? Ada yang mulai resah karena harus kembali kuliah, ada yang menyiapkan laporan kantor, dan ada pula yang sibuk mengingat tugas sekolah yang belum selesai. Tapi tidak untuk malam ini. Di Komplek Wisma Harapan 1, nuansa minggu malam terasa benar-benar berbeda. Bukan hanya karena ini adalah malam penutupan rangkaian acara 17 Agustusan, tetapi juga karena besok sebagian besar orang mungkin masih bisa menikmati libur panjang.
Pemerintah, melalui SKB 3 Menteri telah menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari cuti bersama, dan semoga saja melalui keputusan itu, sekolah, kampus, maupun kantor swasta juga memberikan kelonggaran yang sama. Dengan begitu, tanggal 17 Agustus 2025 ini bisa lebih fokus hanya pada satu hal: memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Tepat malam ini, 17 Agustus 2025, Komplek Wisma Harapan 1 menggelar malam keakraban — sebuah puncak acara yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Bertempat di lapangan tenis kompleks, acara dimulai pada pukul 19.30 WIB. Panitia, yang merupakan Karang Taruna Baraya, mengimbau seluruh warga untuk hadir dengan dresscode spesial: kostum profesi. Ide ini terdengar sederhana, tapi justru menghadirkan banyak kreativitas.
Ada yang tampil dengan seragam dokter, busana ala dalang, kostum pejuang, guru, pilot, insinyur hingga profesi yang dibungkus dengan gaya unik dan lucu. Dari anak-anak hingga orang dewasa, semua terlihat semangat berpartisipasi. Kostum-kostum ini tentu membuat suasana lebih berwarna dan semarak.


Kilas Balik: Rangkaian Acara 17an
Sebelum sampai ke malam puncak, mari kita tarik sedikit ke belakang untuk melihat bagaimana perjalanan rangkaian acara 17 Agustusan di tahun 2025 di Wisma Harapan 1 ini.
Rangkaian acara di kompleks Wisma Harapan 1 ini sudah dimulai sejak 10 Agustus 2025 dengan kegiatan jalan sehat bersama. Seperti biasa, titik kumpul berada di Lapangan Atas Wisma Harapan 1. Sejak pukul 06.00 pagi, warga dari berbagai RT sudah berdatangan dengan semangat luar biasa.

Acara seperti ini nantinya akan ada penilaian khusus dari panitia: setiap RT harus menampilkan yel-yel khas mereka, lengkap dengan kostum kompak yang menjadi ciri kebersamaan masing-masing. Kostum-kostum kreatif mulai dari warna-warni olahraga.



Sambil menikmati rute jalan sehat yang telah ditentukan panitia, warga sesekali juga meneriakkan yel-yel yang sudah disepakati bersama team. Tidak lupa juga, di sepanjang jalan atau pada momen-momen tertentu, warga kadang mengabadikan momen-momen tertentu untuk berfoto bersama. Sebagai kenang-kenangan kebersamaan pada acara jalan sehat tahun ini.


Setelah acara jalan sehat , acara berlanjut dengan sarapan bersama. Meja di lapangan atas telah diisi dengan aneka makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh Ibu-Ibu Wisma Harapan 1 dan siap disantap oleh seluruh peserta pagi itu.

Hari itu juga menjadi awal dari berbagai lomba yang digelar secara bertahap. Misalnya, lomba mewarnai untuk anak-anak turut menjadi pembuka rangkaian lomba 17 Agustusan kali ini.
Ada beragam perlombaan pada perayaan kali ini. Untuk anak-anak usia 3–6 tahun, panitia menghadirkan lomba-lomba seru seperti pingpong air, gelas susun, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga lomba jembatan kardus.
Sementara itu, anak-anak usia 7–12 tahun diadu ketangkasan dan kekompakannya lewat lomba gelas susun, gelas balon, spons air, dan pipa air.
Untuk remaja dan santri, ada lomba voli pantai yang memancing sorakan penonton setiap kali bola melambung tinggi. Ada pula lomba unik seperti “semangka koin,” yang menuntut kesabaran ekstra, serta lomba pipa air yang penuh tantangan. Sementara santriwati ikut serta dalam lomba balap kardus yang tak kalah seru.
Tak ketinggalan, kategori bapak-bapak. Lomba catur dan gaple adalah dua cabang yang paling ditunggu, bukan hanya oleh peserta, tetapi juga penonton yang setia mengomentari jalannya permainan.
Untuk ibu-ibu, suasana pun tak kalah meriah. Ada lomba balon kancing, estafet tepung, hingga lomba sehidup sekaki yang penuh tawa.
Dan tentu saja, lomba antar-RT seperti estafet pukul palu dan lomba bakiak menambah semangat kebersamaan. Seluruh rangkaian perlombaan tersebut tidak digelar dalam 1 hari saja, melainkan dibagi menjadi beberapa waktu, yaitu sejak tanggal 10, 16 dan 17 Agustus 2025.
Semua warga tahu bahwa kemenangan dan hadiah bukanlah tujuan utama, melainkan rasa kebersamaan yang jadi hadiah sesungguhnya. Namun, tentu saja semua jerih payah peserta dihargai di sini. Panitia tentu sudah menyiapkan hadiah-hadiah yang sangat menarik, mulai dari hadiah hiburan hingga hadiah utama yang siap diboyong si pemenang.

Malam Puncak
Setelah seminggu penuh keringat, tawa, dan sorakan, tibalah saatnya malam puncak — malam keakraban pada 17 Agustus 2025. Lapangan tenis kompleks berubah menjadi arena besar yang warga yang antusias mengikuti jalannya malam puncak perayaan HUT RI.

Para warga yang hadir dengan kostum profesi mulai dari yang serius sampai kostum yang unik dan menghibur.

Acara malam ini ada penampilan tari-tarian yang dibawakan oleh Ibu-Ibu kompleks yang sudah terlatih. Tetapi, pada malam ini ada yang beda, karena adanya usulan agar performance di depan panggung bukan hanya oleh team yang terlatih tetapi juga dimeriahkan oleh warga yang lain.
Alhasil, MC membacakan siapa-siapa saja warga yang diundang ikut berjoget ke depan panggung, dari beberapa nama yang disebutkan mereka juga mengajak warga lainnya untuk maju ke depan secara spontan. Tentunya ini menjadi momen menarik, karena akhirnya yang tampil di depan panggung kini menjadi cukup banyak. Mayoritas bahkan belum pernah tahu gerakannya.
Tentu saja bukan gerakan lihai yang dinantikan oleh penonton tapi keseruan melihat warga saling joget mengikuti aba-aba yang sudah diinstruksikan sebelumnya. Kadang sesuai, tapi tidak jarang juga yang asal-tentu saja hal ini justru membuat acara semakin semarak.
Acara demi acara berjalan lancar pada malam ini. tentunya acara ini dapat berjalan dengan baik karena dukungan dari seluruh warga, baik sebelum acara, maupun selama acara berlangsung. setiap orang punya peran pada perayaan HUT RI: panitia yang bekerja keras, pemuda-pemudi Karang Taruna yang jadi motor penggerak, bapak-bapak yang menyiapkan perlengkapan, dan ibu-ibu yang sibuk menyiapkan konsumsi.

Tentunya tidak lengkap pastinya perayaan tanpa acara makan-makan. Meja-meja di lapangan tenis malam ini sudah tersaji berbagai hidangan hasil olahan ibu-ibu wisma harapan 1. Mulai dari menu bakso, sate, zuppa soup, aneka minuman sampai buah-buahan segar – semua hidangan yang membuat semarak perayaan malam ini.

Di penghujung acara, dan tentunya juga merupakan rangkaian acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta, yaitu acara pembagian hadiah bagi para pemenang lomba dan pembagian doorprize. Ada beragam hadiah yang sudah disiapkan oleh panitia pada acara malam puncak ini.

Perayaan HUT RI ke-80 di Komplek Wisma Harapan 1 tahun 2025 bukan hanya pesta kecil di sebuah kompleks perumahan. Ini adalah cerminan tentang kebersamaan yang masih terjaga.

Selamat ulang tahun, Indonesia. Dirgahayu ke-80. Semoga semangat gotong royong, kebersamaan, dan cinta tanah air terus berkibar di Wisma Harapan 1, hari ini dan untuk tahun-tahun yang akan datang.

















































