Sejak pagi hari, Masjid Al Muhajirin sudah tampak lebih hidup dari biasanya. Sekitar pukul delapan pagi, alunan musik rebana membuka acara dengan nuansa yang menyemarakkan suasana pada Minggu pagi itu. Tabuhan rebana yang saling bersahutan, seolah menjadi penanda bahwa bulan suci Ramadhan semakin dekat.

Maklum saja, Tanggal 1 Februari 2026 di hari Minggu pagi, Komplek Wisma Harapan 1 memang sedang mengadakan acara Tarhib Ramadhan. Acara yang didedikasikan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan- menjadi penanda dimulainya rangkaian acara di bulan Suci nanti.



Ketika tiba dimulainya acara, MC mengatur jalannya acara dengan baik. Mulai dari mengkondisikan para peserta di dalam dan luar masjid hingga guyonan-guyonan di sela-sela acara kajian itu.

Tentu saja acara didahului dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah dengan khidmat.

Acara Tarhib Ramadhan ini menjadi istimewa karena menghadirkan pemateri yang sudah dikenal luas, yakni Syekh Ahmad Al Misry.

Kehadiran beliau tentu menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi warga Komplek Wisma Harapan 1, tetapi juga jamaah dari sekitar lingkungan. Masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga ini pun terisi dengan antusiasme yang terasa sejak awal acara.



Sebelum memasuki acara inti, beberapa sambutan disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif ini. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Muhajjirin yaitu Bpk. H. Agus Musadad. Beliau menyampaikan terimakasih kepada segenap pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan sehingga acara Tarhib Ramadhan hari itu dapat berjalan sesuai rencana.

Adapun Tarhib selain dimaksudkan sebagai perayaan penyambutan bulan suci Ramadhan juga sebagai sarana belajar bagi generasi muda di lingkungan Masjid Al Muhajjirin untuk dapat bahu membahu bekerjasama memakmurkan kegiatan di lingkungan Masjid komplek Wisma Harapan 1 ini.
Sambutan berikutnya yaitu Perwakilan dari Kelurahan Mekarsari, Bapak Mardani, selaku Sekretaris Kelurahan yang mewakili Kepala Kantor Kelurahan Mekarsari hadir sedari pagi, membuka sambutannya dengan ungkapan apresiasi atas terselenggaranya Tarhib Ramadhan di Komplek Wisma Harapan 1.

beliau menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat positif sebagai upaya membangun silatuhrami antar warga dan tentunya mempersiapkan diri menyambut Ramadhan ke depan dengan lebih baik.

Dalam sambutannya, Bapak Mardhani juga mengingatkan agar bulan Ramadhan nantinya benar-benar diisi dengan ibadah dan aktivitas positif. Tak lupa, dalam kesempatan itu beliau menyelipkan beberapa informasi penting terkait pelayanan Kantor Kelurahan Mekarsari, khususnya mengenai operasional kantor kelurahan yang setiap hari Kamis dilakukan di Kantor Kecamatan. Informasi ini disampaikan agar masyarakat, khususnya warga di Wisma Harapan 1, tidak salah paham dan mengira kantor kelurahan tutup. Kantor Kelurahan Mekarsari tetap beroperasi seperti biasa, hanya saja pada hari Kamis layanan disatukan di kantor Kecamatan .

Sambutan berikutnya datang dari perwakilan Grow Up Institute Humanity, sebuah lembaga yang dalam beberapa pekan terakhir intensif berkoordinasi dengan panitia demi mendukung terselenggaranya acara ini.

Lembaga yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu kemanusiaan ini menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi yang terjalin baik dengan pihak-pihak terkait di Masjid Al Muhajjirin hingga dapat terwujudnya acara ini

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga mengingatkan bahwa di luar lingkungan kita masih banyak saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan, baik dalam konteks bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, seperti Sumatera, maupun isu kemanusiaan global yang hingga kini masih berlangsung, seperti konflik di Palestina.

Memasuki acara inti, suasana masjid menjadi semakin hening. Seluruh peserta fokus menyimak paparan ilmu yang disampaikan oleh Syekh Ahmad Al Misry. Dalam ceramahnya, beliau mengawali dengan sebuah pengingat yang sederhana namun mendalam: bahwa bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan adalah sebuah rezeki besar. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk merasakan Ramadhan kembali, sehingga sudah sepatutnya kita bersyukur dalam menyambutnya.

Syekh Ahmad Al Misry juga menyinggung tentang nikmat kesehatan yang sering kali dianggap biasa. Menurut beliau, kesehatan harus disyukuri, namun rasa syukur itu perlu dibarengi dengan semangat menjalani hidup. Karena kesehatan tanpa semangat akan terasa hampa hidupnya, sementara semangat tanpa kesehatan juga tidak akan nikmat hidupnya. Maka kita harus menjaga keseimbangan antara keduanya.

Beliau juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia pasti pernah berbuat salah, sehingga sudah semestinya setiap manusia saling maaf-memaafkan. Beliau juga berpesan agar selalu menjaga lisan kita. Beliau mengingatkan bahwa luka di mulut mungkin mudah disembuhkan, tetapi luka yang disebabkan mulut yaitu lisan dan ucapan seseorang adalah hal yang sulit disembuhkan.

Dalam ceramahnya, Syekh Ahmad Al Misry juga mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan nanti, seperti shalat tarawih dan ibadah-ibadah lainnya. Beliau turut menyinggung pentingnya menjaga pola makan, untuk tidak terlalu banyak makan, karena terlalu banyak makan justru dapat berdampak tidak baik bagi tubuh seperti menurunnya konsentrasi dan tubuh menjadi tidak bersemangat. Selain itu, beliau menekankan agar kita tidak pernah meninggalkan membaca Al-Qur’an dan tetap menjaga kebiasaan bersedekah.

Selanjutnya, sesi tanya jawab menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh para peserta. Banyak peserta yang antusias mengajukan pertanyaan.





Dalam sesi ini, Syekh Ahmad Al Misry berkesempatan menjawab beberapa pertanyaan dari peserta, misalnya pertanyaan seputar Nisfu Syaban dari peserta, beliau menjelaskan bahwa orang yang tidak diampuni pada malam Nisfu Sya’ban hanya ada dua golongan, yaitu orang musyrik dan orang yang masih menyimpan permusuhan di dalam hatinya.





Beliau juga menegaskan bahwa tidak ada sunnah khusus pada malam Nisfu Sya’ban, namun umat Islam tetap dianjurkan untuk beribadah sebaik mungkin agar ketika Nisfu Syaban aktivitas kita tetap tercatat sebagai ibadah. Kita tidak pernah tahu amalan mana yang akan diterima oleh Allah.

Dalam kesempatan tanya jawab lain, Beliau juga mengingatkan bahwa salah satu tanda diterimanya amal ibadah adalah meningkatnya ibadah seseorang dari waktu ke waktu. Misalnya, jika telah lewat bulan Ramadhan atau orang yang telah pulang Haji atau Umroh, Sholatnya terjaga, mengajinya bertambah rajin dan sebagainya.

Menariknya, beliau juga memberikan pesan yang menenangkan, bahwa ketika merasa lelah dalam beribadah—misalnya saat membaca atau menghafal Al-Qur’an—tidak mengapa untuk berhenti sejenak dan melakukan aktivitas lain namun setelahnya agar kembali semangat lagi untuk beribadah membaca atau menghafal Quran.

Menjelang penutupan, sebagaimana juga yang telah diinformasikan di awal acara, selanjutnya sesi penggalangan donasi dari para peserta. Suasana penuh kepedulian terasa kuat ketika jamaah dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya. Penggalangan dana dikoordinir oleh team dari Grow Up Institue Humanity dibantu oleh rekan-rekan panitia.

Acara kemudian ditutup dengan do’a dan sesi foto bersama, menjadi penanda bahwa kegiatan Tarhib Ramadhan yang sarat ilmu, dan juga penuh kebersamaan ini telah selesai.


Di penghujung acara, antusiasme jamaah belum juga surut. Meski secara jadwal sesi telah selesai, para jamaah berbondong-bondong mengabadikan momen kebersamaan dengan Syekh Ahmad Al Misry.



Satu per satu permintaan foto dilayani dengan penuh keramahan. Barisan jamaah terus mengantri untuk berfoto, namun senyum dan sikap hangat beliau tidak berubah. Foto demi foto diambil, menjadi kenangan berharga bagi para jamaah yang hadir pagi itu.



Kesediaan beliau meluangkan waktu lebih, di tengah padatnya agenda, menjadi penutup yang manis. Bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menghadirkan kedekatan dan kehangatan kepada umat.






Kegiatan Tarhib Ramadhan di Masjid Al Muhajirin ini dapat terselenggara dengan baik tentunya berkat dukungan banyak pihak: mulai dari Dewan Kemakmuran Masjid dan Kepemudaan masjid Al Muhajjirin yang telah mempersiapkan acara ini sejak jauh-jauh hari. Kerjasama dan bantuan yang baik dari Karang Taruna setempat, hingga dukungan segenap warga khususnya Ibu-Ibu di lingkungan Wisma Harapan 1, pengurus RT, RW, dan juga perhatian yang baik dari pihak Kelurahan Mekarsari.



Semoga acara ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan menjadi awal yang baik untuk melangkah menuju Ramadhan agar lebih siap untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan nanti.
































































