Merayakan Kemerdekaan Ala Warga Wisma Harapan 1

Apa yang biasanya anda rasakan kalau sudah masuk minggu malam? Ada yang mulai resah karena harus kembali kuliah, ada yang menyiapkan laporan kantor, dan ada pula yang sibuk mengingat tugas sekolah yang belum selesai. Tapi tidak untuk malam ini. Di Komplek Wisma Harapan 1, nuansa minggu malam terasa benar-benar berbeda. Bukan hanya karena ini adalah malam penutupan rangkaian acara 17 Agustusan, tetapi juga karena besok sebagian besar orang mungkin masih bisa menikmati libur panjang.

Pemerintah, melalui SKB 3 Menteri telah menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai hari cuti bersama, dan semoga saja melalui keputusan itu, sekolah, kampus, maupun kantor swasta juga memberikan kelonggaran yang sama. Dengan begitu, tanggal 17 Agustus 2025 ini bisa lebih fokus hanya pada satu hal: memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Tepat malam ini, 17 Agustus 2025, Komplek Wisma Harapan 1 menggelar malam keakraban — sebuah puncak acara yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Bertempat di lapangan tenis kompleks, acara dimulai pada pukul 19.30 WIB. Panitia, yang merupakan Karang Taruna Baraya, mengimbau seluruh warga untuk hadir dengan dresscode spesial: kostum profesi. Ide ini terdengar sederhana, tapi justru menghadirkan banyak kreativitas.

Ada yang tampil dengan seragam dokter, busana ala dalang, kostum pejuang, guru, pilot, insinyur hingga profesi yang dibungkus dengan gaya unik dan lucu. Dari anak-anak hingga orang dewasa, semua terlihat semangat berpartisipasi. Kostum-kostum ini tentu membuat suasana lebih berwarna dan semarak.

Kilas Balik: Rangkaian Acara 17an

Sebelum sampai ke malam puncak, mari kita tarik sedikit ke belakang untuk melihat bagaimana perjalanan rangkaian acara 17 Agustusan di tahun 2025 di Wisma Harapan 1 ini.

Rangkaian acara di kompleks Wisma Harapan 1 ini sudah dimulai sejak 10 Agustus 2025 dengan kegiatan jalan sehat bersama. Seperti biasa, titik kumpul berada di Lapangan Atas Wisma Harapan 1. Sejak pukul 06.00 pagi, warga dari berbagai RT sudah berdatangan dengan semangat luar biasa.

Acara seperti ini nantinya akan ada penilaian khusus dari panitia: setiap RT harus menampilkan yel-yel khas mereka, lengkap dengan kostum kompak yang menjadi ciri kebersamaan masing-masing. Kostum-kostum kreatif mulai dari warna-warni olahraga.

Sambil menikmati rute jalan sehat yang telah ditentukan panitia, warga sesekali juga meneriakkan yel-yel yang sudah disepakati bersama team. Tidak lupa juga, di sepanjang jalan atau pada momen-momen tertentu, warga kadang mengabadikan momen-momen tertentu untuk berfoto bersama. Sebagai kenang-kenangan kebersamaan pada acara jalan sehat tahun ini.

Setelah acara jalan sehat , acara berlanjut dengan sarapan bersama. Meja di lapangan atas telah diisi dengan aneka makanan dan minuman yang telah disiapkan oleh Ibu-Ibu Wisma Harapan 1 dan siap disantap oleh seluruh peserta pagi itu.

Hari itu juga menjadi awal dari berbagai lomba yang digelar secara bertahap. Misalnya, lomba mewarnai untuk anak-anak turut menjadi pembuka rangkaian lomba 17 Agustusan kali ini.

Ada beragam perlombaan pada perayaan kali ini. Untuk anak-anak usia 3–6 tahun, panitia menghadirkan lomba-lomba seru seperti pingpong air, gelas susun, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga lomba jembatan kardus.

Sementara itu, anak-anak usia 7–12 tahun diadu ketangkasan dan kekompakannya lewat lomba gelas susun, gelas balon, spons air, dan pipa air.

Untuk remaja dan santri, ada lomba voli pantai yang memancing sorakan penonton setiap kali bola melambung tinggi. Ada pula lomba unik seperti “semangka koin,” yang menuntut kesabaran ekstra, serta lomba pipa air yang penuh tantangan. Sementara santriwati ikut serta dalam lomba balap kardus yang tak kalah seru.

Tak ketinggalan, kategori bapak-bapak. Lomba catur dan gaple adalah dua cabang yang paling ditunggu, bukan hanya oleh peserta, tetapi juga penonton yang setia mengomentari jalannya permainan.

Untuk ibu-ibu, suasana pun tak kalah meriah. Ada lomba balon kancing, estafet tepung, hingga lomba sehidup sekaki yang penuh tawa.

Dan tentu saja, lomba antar-RT seperti estafet pukul palu dan lomba bakiak menambah semangat kebersamaan. Seluruh rangkaian perlombaan tersebut tidak digelar dalam 1 hari saja, melainkan dibagi menjadi beberapa waktu, yaitu sejak tanggal 10, 16 dan 17 Agustus 2025.

Semua warga tahu bahwa kemenangan dan hadiah bukanlah tujuan utama, melainkan rasa kebersamaan yang jadi hadiah sesungguhnya. Namun, tentu saja semua jerih payah peserta dihargai di sini. Panitia tentu sudah menyiapkan hadiah-hadiah yang sangat menarik, mulai dari hadiah hiburan hingga hadiah utama yang siap diboyong si pemenang.

Malam Puncak

Setelah seminggu penuh keringat, tawa, dan sorakan, tibalah saatnya malam puncak — malam keakraban pada 17 Agustus 2025. Lapangan tenis kompleks berubah menjadi arena besar yang warga yang antusias mengikuti jalannya malam puncak perayaan HUT RI.

Para warga yang hadir dengan kostum profesi mulai dari yang serius sampai kostum yang unik dan menghibur.

Acara malam ini ada penampilan tari-tarian yang dibawakan oleh Ibu-Ibu kompleks yang sudah terlatih. Tetapi, pada malam ini ada yang beda, karena adanya usulan agar performance di depan panggung bukan hanya oleh team yang terlatih tetapi juga dimeriahkan oleh warga yang lain.

Alhasil, MC membacakan siapa-siapa saja warga yang diundang ikut berjoget ke depan panggung, dari beberapa nama yang disebutkan mereka juga mengajak warga lainnya untuk maju ke depan secara spontan. Tentunya ini menjadi momen menarik, karena akhirnya yang tampil di depan panggung kini menjadi cukup banyak. Mayoritas bahkan belum pernah tahu gerakannya.

Tentu saja bukan gerakan lihai yang dinantikan oleh penonton tapi keseruan melihat warga saling joget mengikuti aba-aba yang sudah diinstruksikan sebelumnya. Kadang sesuai, tapi tidak jarang juga yang asal-tentu saja hal ini justru membuat acara semakin semarak.

Acara demi acara berjalan lancar pada malam ini. tentunya acara ini dapat berjalan dengan baik karena dukungan dari seluruh warga, baik sebelum acara, maupun selama acara berlangsung. setiap orang punya peran pada perayaan HUT RI: panitia yang bekerja keras, pemuda-pemudi Karang Taruna yang jadi motor penggerak, bapak-bapak yang menyiapkan perlengkapan, dan ibu-ibu yang sibuk menyiapkan konsumsi.

Tentunya tidak lengkap pastinya perayaan tanpa acara makan-makan. Meja-meja di lapangan tenis malam ini sudah tersaji berbagai hidangan hasil olahan ibu-ibu wisma harapan 1. Mulai dari menu bakso, sate, zuppa soup, aneka minuman sampai buah-buahan segar – semua hidangan yang membuat semarak perayaan malam ini.

Di penghujung acara, dan tentunya juga merupakan rangkaian acara yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta, yaitu acara pembagian hadiah bagi para pemenang lomba dan pembagian doorprize. Ada beragam hadiah yang sudah disiapkan oleh panitia pada acara malam puncak ini.

Perayaan HUT RI ke-80 di Komplek Wisma Harapan 1 tahun 2025 bukan hanya pesta kecil di sebuah kompleks perumahan. Ini adalah cerminan tentang kebersamaan yang masih terjaga.

Selamat ulang tahun, Indonesia. Dirgahayu ke-80. Semoga semangat gotong royong, kebersamaan, dan cinta tanah air terus berkibar di Wisma Harapan 1, hari ini dan untuk tahun-tahun yang akan datang.

Semangat Gotong Royong Menjelang Hari Kemerdekaan di Kompleks Wisma Harapan 1

80 tahun yang lalu, bangsa ini memerdekakan diri dari penjajahan bukan semata karena kekuatan senjata, tetapi juga karena kekuatan persatuan dan semangat gotong royong seluruh rakyatnya.

Hari ini, semangat itu kembali hidup — bukan di medan perang, tetapi di lingkungan rumah, taman kompleks, dan jalan-jalan perumahan yang biasa dilewati setiap hari. Dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia yang ke-80, warga Komplek Wisma Harapan 1 kembali menunjukkan bahwa semangat kebersamaan itu masih ada.

Beberapa hari sebelumnya, Ketua RW dan para ketua RT sudah menyampaikan undangan sekaligus ajakan kepada seluruh warga untuk berpartisipasi dalam kerja bakti bersama. Tujuannya tentu bukan hanya untuk memperindah lingkungan atau membersihkan sampah semata, melainkan juga sebagai bagian dari persiapan menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI. Tak hanya menjadi ajang bersih-bersih, kerja bakti ini tentu juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga.

Tepat pukul 07.30 pagi di tanggal 3 Agustus 2025 hari ini, warga mulai berdatangan ke titik-titik kumpul yang telah ditentukan. Misalnya, untuk RT 04 sendiri, lokasi kerja bakti dipusatkan di taman belakang kompleks — sebuah area hijau yang menjadi salah satu wajah dari lingkungan perumahan ini.

Di sana, dedaunan kering yang sempat berserakan mulai disapu dan dikumpulkan. Beberapa warga lainnya ada yang sibuk memasang umbul-umbul bercorak merah putih yang kini mulai berkibar di antara area taman belakang dan jalan di sekitar rumah-rumah warga.

Ada yang sibuk membabat ranting-ranting pohon yang menghalangi pemandangan jalan, ada yang memotong tumbuhan liar di sepanjang taman, ada yang menyapu jalan, menyingkirkan dan mengumpulkan dedauan dan sebagian warga mengangkut sampah ke area pembakaran sampah di sekitar area kolam belakang perumahan. Semua saling berbagi tugas.

Kerja bakti kali ini agak berbeda dari biasanya. Selain membersihkan area taman di dalam kompleks, para warga dibantu santri=santri yang tinggal di sini juga turun tangan membersihkan semak dan pohon-pohon liar yang tumbuh di sepanjang tembok belakang taman — tembok yang membatasi kompleks perumahan wisma harapan 1 dengan sungai di belakang.

Ini sebagai langkah antisipasi karena dikhawatirkan akar pohon-pohon tersebut bisa merusak struktur tembok jika dibiarkan terus tumbuh liar. Alhasil, volume sampah yang dikumpulkan pun lebih banyak dari biasanya, terdiri dari ranting, daun, dan batang-batang pohon kecil yang ditebang.

Salah satu hal yang menarik dan patut diapresiasi adalah kolaborasi antar-RT. Warga dari RT lain juga turut membantu membersihkan area taman belakang. Ketika area di sekitar rumah atau jalanan masing-masing RT sudah cukup bersih, maka mereka dipersilakan ikut membersihkan titik yang masih memerlukan perhatian, yaitu area taman belakang. Maklum saja, area taman belakang Wisma 1 memang banyak tumbuh pepohonan yang terkadang menyisakan sampah seperti dedaunan kering, tumbuhan liar dan ranting yang cukup banyak. Alhasil, taman belakang hari ini jadi ruang gotong royong bersama antar RT.

Tak ketinggalan, ibu-ibu Komplek Wisma juga ambil bagian dalam memeriahkan kegiatan pagi ini. Seperti sudah menjadi tradisi, mereka menyediakan berbagai macam makanan dan minuman ringan yang tersaji di meja panjang.

Ada gorengan hangat, lontong, bubur kacang hijau, aneka kue basah dan kering, aneka rebusan seperti jagung, singkong, kacang-kacangan, serta aneka roti yang menggoda selera. Dan tentu saja, tak lengkap tanpa kehadiran kopi jahe — minuman yang hampir selalu selalu menemani acara semacam ini . warga yang baru selesai bekerja terlihat sangat menikmati sajian yang terhidang di meja.

Gotong royong bukan hanya tentang menyapu halaman atau memotong ranting pohon, melainkan juga tentang bagaimana kita menjaga semangat kebersamaan. Dalam kesibukan dan rutinitas sehari-hari, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa kita bukan hanya sekadar tetangga — kita adalah satu keluarga besar.

Ketika kita bergerak bersama, banyak hal yang bisa diperjuangkan. Dirgahayu Republik Indonesia — semoga semangat kebersamaan ini terus tumbuh di Komplek Wisma Harapan 1, hari ini dan seterusnya.

Halal Bi Halal Keluarga Besar Wisma Harapan 1 (1 Syawal 1446 H)

Ada yang tak pernah berubah setiap tahun di Komplek Wisma Harapan 1. Suatu “tradisi ” yang selalu dinanti ketika warga kompleks ini selesai berlebaran, yaitu acara Halal bi Halal atau syawalan.

Malam 19 April 2025 kemarin, lapangan tenis kembali menjadi ruang temu yang hangat untuk keluarga besar wisma harapan 1. Bukan hanya untuk saling memaafkan, tapi juga untuk menguatkan ikatan kekeluargaan yang sudah dibangun tahun demi tahun.

Antusiasme warga begitu terasa sejak awal acara dimulai. Kursi-kursi yang telah ditata rapi oleh panitia tampak terisi penuh, bahkan sebagian warga rela berdiri demi bisa ikut menyimak jalannya acara. Dari anak-anak hingga orang tua, semua tampak hadir dengan wajah cerah dan semangat kebersamaan.

Sebagai pembuka, acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua panitia halal bi halal. Sebuah podium sederhana disiapkan untuk sesi ini. Ketua panitia menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak yang telah membuat acara ini dapat terselenggara dengan baik.

Tidak lupa Bapak RW tentunya juga turut memberikan sambutan pada acara ini. Pak RW menyampaikan pesan-pesan silaturahmi, pentingnya menjaga kekompakan antarwarga, serta harapan agar momen halal bi halal ini terus menjadi tradisi yang mempererat tali persaudaraan di lingkungan Wisma Harapan 1.

Malam halal bi halal tahun ini terasa lebih istimewa karena kehadiran tamu kehormatan, Bapak Edi Sitorus — anggota DPRD Komisi C Kota Depok. Kehadiran beliau menjadi penyemangat tersendiri bagi warga Wisma Harapan 1. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Malam itu, lapangan tenis tak hanya diterangi oleh lampu-lampu yang digantung di sekeliling tenda, tetapi juga oleh antusiasme seluruh warga yang hadir. Momen seperti ini memang menjadi saat yang tepat untuk saling bertatap muka antar tetangga yang mungkin jarang bertemu di hari hari biasa. Nyaris tidak ada kursi yang tersisa !

Menggelar acara di ruang terbuka memang selalu punya tantangan tersendiri, apalagi di musim cuaca tak menentu seperti sekarang. Namun panitia dan warga Wisma Harapan 1 sudah mempersiapkan perencanaan yang matang untuk itu. Tenda-tenda yang kokoh sudah berdiri sejak siang hari. Meskipun malam itu hujan tak turun, tapi itu adalah persiapan yang penting sehingga semuanya bisa menikmati acara dengan nyaman.

Acara malam itu juga diramaikan oleh penampilan anak-anak dari TPQ Masjid Al Muhajirin, yang dengan penuh semangat membawakan lantunan Asma’ul Husna. Penampilan mereka tak hanya menambah semarak suasana. Anak-anak yang tampil dengan percaya diri itu berhasil mencuri perhatian para hadirin, menghadirkan senyum bangga dari para orang tua dan tepuk tangan meriah dari seluruh warga yang hadir.

Tak lengkap rasanya pertemuan tanpa hidangan yang menggugah selera. Malam itu, meja-meja di sisi lapangan tenis dipenuhi aneka sajian yang menggoda—hasil tangan-tangan terampil ibu-ibu warga Wisma Harapan 1. Mulai dari masakan tradisional hingga kudapan rumahan, semuanya hadir dengan berbagai cita rasa.

Di balik ragam hidangan yang tersaji malam itu, ada hal yang jarang terlihat mata: koordinasi dan kekompakan antar RT. Sudah menjadi semacam tradisi tak tertulis—setiap kali ada acara kumpul warga, termasuk kegiatan syawalan malam tadi, para ibu di kompleks Wisma Harapan 1 akan saling berkordinasi dalam menyusun daftar menu.

Mereka akan saling bertanya, saling melengkapi, hingga tercipta aneka hidangan tanpa satupun menu yang tumpang tindih. Karena jelas “siapa masak apa” untuk dihidangkan malam itu. Semua dipikirkan dengan rapi dan ditata dengan baik.

Di tengah keramaian acara, pemandangan yang tak kalah menarik datang dari barisan para bapak. Dengan gaya santai dan ekspresi puas, mereka tampak menikmati sajian malam itu. Duduk berkelompok sambil sesekali bercengkrama. Dengan kompak mengangkat jempolnya, seperti bentuk apresiasi untuk warga yang sudah memasak di hari itu. Ekspresi mereka sudah cukup mewakili: malam ini makanannya luar biasa.

Kompleks kami ini memang beruntung karena warganya dianugerahi selera dan bakat memasak yang luar biasa. Dari yang gurih hingga yang manis, dari menu rumahan sampai sajian khas —semuanya tersaji dengan cita rasa yang selalu menggugah selera.

Mungkin itulah kenapa setiap kali ada kumpul bersama, makanan selalu jadi cerita tersendiri. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi karena kita tahu betul: semua dibuat dengan niat baik dan semangat berbagi yang tulus. Bukan chef profesional atau koki dari restoran mahal, cukup ibu-ibu kompleks kami, dan setiap acara pasti terasa istimewa.

Suasana malam tadi menjadi hangat penuh keakraban, bukan hanya karena hidangan yang tersaji, tetapi juga karena pesan-pesan positif yang dibawa oleh Bapak Edi Sitorus beserta rombongannya . Sebuah kehormatan tersendiri bagi warga Kompleks Wisma Harapan 1, bahwa kegiatan sederhana ini mendapat perhatian dari tokoh publik yang turut hadir dan berbaur dalam suasana kekeluargaan.

Tugas ini bukanlah hal yang mudah, namun malam itu, para MC bisa menjalankan tugas mereka dengan begitu apik—mereka harus berdiri di hadapan banyak orang, menjaga alur acara tetap rapi, menjaga suasana tetap hangat, dan tetap tersenyum meski di baliknya ada rasa gugup yang sering kali tak tampak. Mereka harus tanggap pada situasi, siap berimprovisasi ketika ada hal-hal di luar rencana, dan mampu menjadi jembatan antara panitia, tamu undangan, dan seluruh warga yang hadir.

Di balik gemuruh alunan musik dan suara mikrofon yang terdengar jernih sepanjang acara, ada sosok yang jarang terlihat tapi justru perannya penting sekali untuk keberlangsungan acara malam tadi. Warga yang tanpa banyak sorotan, memastikan bahwa setiap sambutan terdengar jelas, setiap penampilan terdengar nyaring, dan setiap alunan lagu mengalir tanpa gangguan. Mereka bekerja dalam senyap, tetapi selalu sigap di balik meja kontrol sound system. Sedikit gangguan suara saja pastinya bisa mengganggu jalannya acara.

Tentu saja ada peran besar pemuda-pemudi Karang Taruna Wisma Harapan 1 Di balik terlaksananya acara halal bi halal malam itu, yang patut diapresiasi. Dengan semangat mereka bekerja menyusun dan mengatur jalannya acara, hingga memastikan semua berjalan tepat waktu dan berkordinasi dengan baik dengan semua warga.

Dengan dedikasi tanpa pamrih dan semangat gotong royong yang tulus, mereka membuktikan bahwa semangat kepemudaan di kompleks ini bukan hanya sekadar nama, tetapi benar-benar hidup dalam aksi nyata.

Keberhasilan acara halal bi halal malam itu tentu bukan hasil kerja beberapa jam saja. Sejak jauh-jauh hari, berbagai persiapan telah dilakukan bersama. Semua warga mengambil bagian sesuai perannya masing-masing, dengan penuh kesadaran dan sukarela. Inilah kekuatan sesungguhnya dari sebuah komunitas-Keluarga Besar Wisma Harapan 1.

Pada akhirnya, acara halal bi halal bukan sekadar agenda tahunan yang hadir lalu berlalu begitu saja. Ia adalah jembatan—yang setiap tahun kita bangun dan rawat bersama—untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan bertetangga.

Di kompleks Wisma Harapan 1 ini, warga bukan hanya berbagi pagar, jalan, atau tempat ibadah. Kita berbagi kehidupan. Maka, menjaga kekompakan bukan hanya soal kebersamaan saat acara, tetapi juga dalam keseharian.

Semoga semangat saling memaafkan yang mengisi malam halal bi halal kemarin tidak berhenti di ujung acara. Semoga ia menetap dalam cara kita memperlakukan satu sama lain. Dalam saling memahami, dalam menghindari prasangka, dan dalam mengupayakan kebaikan bersama.

Tentu berharap warga Wisma Harapan 1 senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan, agar bisa terus aktif, guyub, dan solid dalam setiap kegiatan yang akan datang. Mari kita jaga lingkungan ini sebagai tempat yang tak hanya nyaman untuk ditinggali, tapi juga nyaman di hati.

Rumah sejati bukan hanya bangunan—melainkan rasa memiliki dan keterhubungan antar sesama penghuninya.

Partisipasi Ibu-Ibu RW 19 Komplek Wisma Harapan 1 dalam “Cimanggis Festival 2024”

Pada tanggal 20-21 Desember 2024, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, dengan menyelenggarakan acara bertajuk “Cimanggis Festival” yang mengusung slogan “2024 Cimanggis Keren”. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan warga Cimanggis sekaligus memberikan dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Bazaar UMKM.

Festival ini tidak hanya menghadirkan bazaar yang meriah, tetapi juga mengadakan program menarik berupa kupon doorprize untuk setiap pembelanjaan Rp20.000,- (berlaku kelipatan). Pengundian hadiah doorprize, yang dijadwalkan pada hari ini, Sabtu, 21 Desember 2024, telah menarik antusiasme warga dengan berbagai hadiah menarik yang disediakan oleh sponsor dan panitia, seperti kulkas, televisi, mesin cuci, sepeda, dan masih banyak lagi.

Keterlibatan Warga Wisma Harapan 1
Salah satu momen istimewa dalam Cimanggis Festival 2024 adalah partisipasi ibu-ibu RW 19 dari Komplek Perumahan Wisma Harapan 1. Mereka turut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian atau dance yang telah dipersiapkan dengan penuh semangat. Ibu-ibu yang tergabung dalam Grup Senam Happy Funny Line ini menunjukkan dedikasi luar biasa melalui latihan intensif yang dilakukan jauh-jauh hari demi memberikan penampilan terbaik di panggung festival.

Persiapan mereka tidak hanya terbatas pada gerakan tari yang memukau, tetapi juga melibatkan pemilihan kostum yang menarik dan serasi untuk menunjang keseluruhan performa. Penampilan mereka menjadi salah satu sorotan acara, memperlihatkan harmoni, kreativitas, dan semangat kebersamaan yang tinggi.

Apresiasi Tinggi
Partisipasi aktif ibu-ibu RW 19 dalam acara ini layak mendapatkan apresiasi yang tinggi. Kehadiran mereka tidak hanya membawa nama Komplek Wisma Harapan 1, tetapi juga membuktikan bahwa komunitas warga dapat memberikan kontribusi yang positif dan berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak kecamatan.

Penampilan dari Grup Senam Happy Funny Line menjadi simbol kekompakan dan semangat kebersamaan warga Komplek Wisma Harapan 1. Dedikasi yang mereka tunjukkan, baik melalui latihan maupun persiapan penampilan, adalah inspirasi bagi warga lainnya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan masyarakat.

Keikutsertaan ibu-ibu RW 19 dalam acara ini mendapat dukungan penuh dari Ketua RW dan Ketua RT setempat. Dalam momen tersebut, Ketua RW dan RT tidak hanya memberikan dukungan secara moral tetapi juga hadir langsung untuk mendampingi ibu-ibu saat tampil di atas panggung. Kehadiran Pak RW dan Pak RT memberikan semangat tambahan bagi para peserta.

Harapan untuk Cimanggis Festival ke Depannya
Dengan adanya acara seperti Cimanggis Festival 2024, diharapkan semangat kebersamaan antarwarga Kecamatan Cimanggis dapat terus terjaga dan semakin erat. Acara ini juga menjadi momentum yang baik untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal serta memberikan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat.

Semoga Cimanggis Festival terus menjadi wadah yang mendukung kreativitas, kolaborasi, dan kemajuan seluruh warga Cimanggis. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk sponsor, panitia, serta warga yang berpartisipasi aktif, terutama ibu-ibu RW 19 Komplek Wisma Harapan 1, yang telah memberikan warna tersendiri pada festival ini.

Kemeriahan Bazaar di Komplek Perumahan Wisma Harapan 1

Hari ini, Minggu, 15 Desember 2024 ada kegiatan Bazaar di RW 019, Komplek perumahan Wisma Harapan 1. Kegiatan bazaar ini diadakan di lapangan atas, tepat di dekat gerbang keluar-masuk perumahan. Kegiatan ini menjadi ajang yang tidak hanya menawarkan berbagai macam produk menarik, tetapi juga menjadi momen istimewa untuk mempererat kebersamaan antarwarga.

Aneka Kuliner Menggoda Selera
Bazaar ini dipenuhi dengan beragam menu kuliner, tentu saja hasil kreasi tangan-tangan terampil para warga komplek Wisma Harapan 1. Meja-meja dipenuhi dengan pilihan makanan dan minuman yang beragam, mulai dari hidangan ringan hingga menu berat. Menu-menunya antara lain, ada zuppa soup dengan puff pastry, croissant , hingga cranberry cream cheese.

Tak ketinggalan, ada juga hidangan lokal seperti siomay ikan tenggiri dan cilok bumbu kacang yang menggoda pencinta makanan tradisional. Untuk camilan, risol, dimsum, panekuk, dan tahu bakso menjadi favorit di kalangan pengunjung. Menu-menu lainnya seperti nasi kepal, bihun goreng, balado ikan, burger, hotdog, siomay ikan tenggiri, dimsum, cilok bumbu kacang, risol, dan tahu bakso mendominasi meja-meja bazaar. Ada pula menu lainnya seperti risol mayo, smoked beef, semar mendem, ungkep ayam bakar, ayam baceman, spicy wings, sate lilit, dan nasi kepal.

Untuk hidangan berat, tersedia balado ikan, paru balado, balakutak cumi, nasi bakar, sate kikil, hingga bihun goreng. Bagi pecinta camilan, potato chips, kebab, cookies, dan dessert box menjadi incaran. Tak lupa, berbagai pilihan minuman segar seperti wedang asem jawa, kunyit asem, susu jahe, dawet ireng, dan lemongrass, semuanya turut melengkapi keragaman sajian kuliner di bazaar ini.

Antusiasme pengunjung begitu terasa, hingga hampir semua menu yang tersedia terjual habis. Makanan dan minuman yang dihidangkan oleh warga komplek sendiri ini bukan hanya sekadar lezat, tetapi juga memperlihatkan kreativitas dan keahlian mereka dalam menyajikan kuliner berkualitas.

Fashion dan Barang Preloved Berkualitas
Selain kuliner, area bazaar juga diisi oleh stan-stan yang menawarkan beragam produk lain, termasuk barang-barang preloved berkualitas. Dari aksesoris seperti kalung, gelang, dan bros, hingga pakaian seperti baju batik, baju kerudung, pashmina, hingga celana panjang, semua tersedia untuk memenuhi kebutuhan fashion para pengunjung. Barang-barang ini bukan hanya terjangkau, tetapi juga berkualitas baik.

Tas belanja dan topi-topi cantik juga menghiasi area bazaar, memberikan sentuhan gaya sekaligus nilai praktis bagi para pembeli. Stan-stan ini menunjukkan kreativitas warga komplek, yang tak hanya menghadirkan produk, tetapi juga memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

Bazaar Sebagai Ajang Silaturahmi
Kegiatan bazaar ini menjadi lebih dari sekadar tempat jual beli. Acara ini juga bisa menjadi momen kebersamaan, di mana warga baik dari komplek wisma harapan 1 maupun warga sekitarnya di luar komplek bisa saling berkumpul dan bersilatuhrahmi, mengingat bazaar ini memang terbuka untuk umum.