Menyusuri Sejuknya Bukit Baros Melalui Wisata Keberagaman Warga RW 19 (Wisma Harapan 1)

Ada kalanya kebersamaan tidak cukup hanya dibangun melalui rapat warga, kerja bakti, atau pertemuan-pertemuan rutin di lingkungan tempat tinggal. Sesekali, ia perlu diajak berjalan lebih jauh. Keluar dari hiruk pikuk kota, meninggalkan rutinitas sehari-hari, lalu bertemu dalam suasana yang benar-benar berbeda.

Semangat itulah yang terasa pada Sabtu, 27 Juni 2026. Sejak langit masih diselimuti cahaya fajar, Di sekitar Masjid dan Lapangan Tenis Komplek Wisma Harapan 1 telah dipenuhi oleh warga RW 19 yang bersiap mengikuti Wisata Keberagaman RW 19 menuju Bukit Baros, Sukabumi.

Sekedar informasi, tahun ini setiap RW mendapatkan dana rekreasi dari Walikota Depok sebesar Rp 25 juta. Setiap RW dapat menggunakan dana tersebut bagi warganya dan wajib dipertanggungjawabkan dengan terlebih dahulu mengajukan proposal rekreasi dengan biaya maksimal Rp 25 juta. Warga Komplek Wisma Harapan (RW 019) akhirnya memutuskan Wisata Bukit Baros di Sukabumi sebagai destinasi wisata warga melalui program tersebut. Untuk menyelenggarakan acara ini dengan baik, Panitia bahkan telah menyusun seluruh rangkaian kegiatan dengan sangat rapi jauh-jauh hari sebelumnya

Pukul lima pagi menjadi awal dimulainya aktivitas. Satu per satu warga mulai berdatangan ke titik kumpul. Suasana pagi yang biasanya sunyi berubah menjadi ramai oleh sapaan hangat, suara anak-anak yang tampak bersemangat, hingga para orang tua yang saling membantu menyiapkan perlengkapan perjalanan. Tidak lama kemudian panitia melakukan pendataan peserta sesuai pembagian empat bus yang telah disiapkan. Semua berlangsung tertib, mencerminkan persiapan yang matang dari panitia. Sebelum bus mulai bergerak, seluruh peserta terlebih dahulu mengabadikan momen melalui foto bersama—sebuah tradisi yang hampir selalu hadir dalam setiap kegiatan besar warga Wisma Harapan 1.

Tepat pukul enam pagi, rombongan meninggalkan kompleks menuju Kabupaten Sukabumi. Perlahan, padatnya kawasan perkotaan berganti dengan hamparan hijau pepohonan, udara yang semakin sejuk, serta perbukitan yang mulai mendominasi pemandangan sepanjang perjalanan.

Bukit Baros sendiri merupakan salah satu destinasi wisata edukasi dan alam yang berada di kawasan Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berada di kaki pegunungan dengan hamparan hutan pinus yang luas, kawasan ini dikenal sebagai tempat wisata keluarga yang memadukan konsep edukasi, rekreasi, dan pelestarian lingkungan. Udara yang masih segar menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin sejenak melepaskan diri dari kepadatan aktivitas perkotaan.

Sekitar pukul sepuluh pagi, rombongan akhirnya tiba di lokasi. Barisan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi langsung menyambut kedatangan para peserta. Cahaya matahari yang menembus sela-sela pepohonan menghadirkan suasana yang begitu teduh dan menenangkan. Udara yang dingin terasa begitu berbeda dibandingkan suhu Kota Depok. Banyak peserta yang spontan mengabadikan keindahan alam tersebut sebelum memasuki rangkaian acara berikutnya.

Panitia kemudian menyambut seluruh peserta dengan welcome drink berupa teh hangat. Sajian sederhana itu terasa begitu nikmat di tengah udara pegunungan yang sejuk. Tidak membutuhkan waktu lama, seluruh peserta diarahkan menuju aula untuk mengikuti acara pembukaan.

Acara resmi diawali oleh pembawa acara yang memandu seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib. Selanjutnya Ketua RW 19 menyampaikan sambutan sekaligus mengajak seluruh warga untuk menjadikan kegiatan wisata ini bukan sekadar perjalanan rekreasi, tetapi juga momentum mempererat hubungan antarwarga yang selama ini telah terjalin dengan baik. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan warga yang juga sekaligus menyampaikan presentasi mengenai pengelolaan sampah, sebuah tema yang relevan dengan kepedulian lingkungan yang selama ini terus dibangun di lingkungan Wisma Harapan 1. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebelum memasuki sesi edukasi.

Salah satu hal yang menarik dari wisata kali ini adalah adanya sesi Edukasi Keju yang disampaikan oleh Pak Asep Tomtom. Kegiatan ini menunjukkan bahwa wisata tidak selalu identik dengan hiburan semata. Ada pengetahuan baru yang dapat dibawa pulang. Para peserta memperoleh wawasan mengenai proses pengolahan keju, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk siap konsumsi. Edukasi seperti ini menjadi pengalaman yang menyenangkan, terutama bagi ibu-ibu komplek Wisma Harapan 1.

Setelah sesi edukasi selesai, seluruh peserta kembali berkumpul untuk berfoto bersama. Senyum yang terpancar dari wajah setiap peserta memperlihatkan bahwa kebersamaan memang menjadi tujuan utama perjalanan ini. Tidak lama kemudian panitia memberikan waktu bebas kepada seluruh peserta untuk menikmati berbagai sudut Bukit Baros. Ada yang memilih berjalan santai di bawah rindangnya pohon pinus, ada pula yang sibuk berburu foto bersama keluarga maupun sahabat. Di era media sosial seperti sekarang, latar belakang hutan pinus yang alami tentu menjadi lokasi favorit untuk mengabadikan momen.

Menjelang siang, aroma hidangan prasmanan mulai menggoda selera. Seluruh peserta menikmati makan siang bersama dalam suasana yang hangat. Tidak ada sekat antara satu keluarga dengan keluarga lainnya. Semua duduk bersama, berbincang, dan menikmati waktu yang mungkin sulit ditemukan di tengah kesibukan masing-masing.

Memasuki siang hari, kemeriahan semakin terasa ketika acara Gembira Ria dimulai. Penampilan Line Dance Wisma Harapan 1 menjadi salah satu hiburan yang paling dinanti. Alunan musik yang ceria membuat banyak peserta ikut bergoyang bersama. Tidak sedikit pula yang turut bernyanyi mengikuti irama lagu yang diputar. Kegiatan sederhana seperti ini justru mampu mencairkan suasana dan menghadirkan tawa dari para peserta.

Keseruan berlanjut melalui berbagai fun games yang telah dipersiapkan panitia di area terbuka. Berbagai permainan menguji kekompakan, ketangkasan, dan kerja sama antarpeserta. Sorak sorai terdengar hampir di setiap sudut arena permainan. Mereka yang menang memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi, sementara yang belum berhasil tetap pulang dengan membawa pengalaman yang menyenangkan.

Setelah jeda istirahat dan pembagian doorprize tahap kedua, rangkaian permainan kembali dilanjutkan. Antusiasme peserta sama sekali tidak berkurang meskipun waktu sudah beranjak sore. Bahkan menjelang penutupan, seluruh peserta diajak mengikuti sesi foto bersama dan membuat video TikTok secara bersama-sama. Aktivitas yang mungkin terdengar sederhana ini justru menjadi penutup yang menyenangkan.

Menjelang pukul setengah lima sore, panitia mulai mengarahkan seluruh peserta kembali menuju bus untuk bersiap pulang. Meski rasa lelah mulai terasa, wajah-wajah peserta justru tampak puas. Banyak yang masih saling berbincang mengenai pengalaman hari itu, menunjukkan foto-foto hasil jepretan, hingga membahas permainan yang paling berkesan.

Perjalanan kembali menuju Wisma Harapan 1 berlangsung hingga malam hari. Mungkin sebagian peserta memilih beristirahat di dalam bus setelah seharian beraktivitas, sementara yang lain masih larut dalam obrolan ringan bersama teman perjalanan.

Bukit Baros memang menawarkan udara yang sejuk, hutan pinus yang indah, dan panorama alam yang menenangkan. Namun yang paling berharga justru bukan pemandangannya, melainkan kebersamaan yang tumbuh di sepanjang perjalanan dalam suasana yang penuh keberagaman.

Sebuah lingkungan yang harmonis tidak dibangun hanya oleh rumah-rumah yang berdiri berdampingan, melainkan oleh warganya yang terus meluangkan waktu untuk saling mengenal, saling peduli, dan menciptakan kenangan bersama.

Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Walikota Depok atas kebijakannya, seluruh panitia, dan warga WH 1 atas kebersamaan, kekompakan, serta keseruan acara Jalan-Jalan Keberagaman ke Sukabumi. Semoga jalinan silaturahmi, kerja sama, dan kerukunan antarwarga kita selalu terjaga dengan baik ke depannya.

Lagu Paguyuban Wisma Harapan 1 (RW 19)

By : Pakde Y. Adrian Pattynama

Di sini kita berdiri bersama
Di bawah langit Mekarsari yang indah
Wisma Harapan Satu rumah kita
Penuh berkah, damai, dan bersahaja

Cimanggis Depok kota yang tercinta
Menjadi saksi rukunnya tetangga
RW Sembilan Belas yang utama
Saling menjaga, tulus berwibawa

Reff/Paduan Suara..

Maju bersama, bergandeng tangan
Paguyuban warga penuh harapan
Satu tujuan, satu tekad kita
Saling peduli seiya sekata
Wisma Harapan Satu jaya selamanya

Keragaman suku bukan halangan
Gotong royong jadi pilar kekuatan
Lingkungan asri, aman, dan nyaman
Bagi semua, tua dan muda

(Kembali ke Reff/Paduan Suara)

Penutup (Outro)

RW Sembilan Belas!
Wisma Harapan Satu!
Kompak, rukun, jaya selalu!

Halal Bihalal Tingkatkan Tali Silaturahmi Dan Kepedulian Terhadap Sesama

Dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga silaturahmi bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan. Hubungan yang terjalin dengan baik antar sesama akan melahirkan ketenangan, memperpanjang keberkahan, dan menghadirkan rasa saling memiliki. Islam sendiri sangat menekankan pentingnya agar manusia menjaga hubungan kekerabatan dan tidak memutuskan silaturahmi.

Tak kalah penting, perilaku saling memaafkan juga menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan. Sebab tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, dan memaafkan adalah jalan untuk membersihkan hati sekaligus memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Semangat inilah yang terasa kuat pada Sabtu malam, 18 April 2026, ketika warga Komplek Wisma Harapan 1 kembali menggelar acara halal bi halal. Bertempat di lapangan tenis kompleks, acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Beberapa hari sebelumnya, panitia telah menyebarkan undangan secara online melalui grup WhatsApp warga. Dalam undangan tersebut, tidak hanya disampaikan informasi waktu dan tempat, tetapi juga tata tertib acara serta dresscode yang perlu diperhatikan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang sederhana namun khidmat, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan nuansa yang berbeda oleh anak-anak di sekitar komplek Wisma Harapan 1.

Setelah itu, doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar kebersamaan yang terjalin malam itu membawa keberkahan bagi seluruh warga. Doa bersama malam itu dipimpin oleh Bpk. Agus Musadad yang juga selaku Ketua DKM Masjid Al Muhajirin.

Sambutan selanjutnya datang dari Ketua RW, Bpk. Effendi Pohan. Dalam kesempatan tersebut Pak RW berterimakasih kepada segenap pihak yang terlibat pada penyelenggaraan acara Halal Bihalal malam itu, seperti seperti Ibu-Ibu yang telah menyiapkan konsumsi dan Bapak-Bapak yang mempersiapkan segara perlengkapan dan peralatan. Tidak lupa beliau juga menyinggung mengenai rencana pembangunan di lingkungan sekitar termasuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah.

Sebenarnya, acara malam itu direncanakan juga akan dihadiri oleh Bapak Lurah setempat untuk memberikan sambutan. Namun, karena suatu hal, beliau berhalangan hadir. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan rangkaian acara yang telah dipersiapkan.

Setelah sesi saling bersamalam dan memaafkan antar warga, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan ramah tamah. Berbagai hidangan tersaji dengan menggugah selera. Mulai dari lontong cap gomeh, spaghetti, bakso, zuppa soup yang creamy, hingga aneka buah-buahan, kue, jajanan pasar, dan es krim yang nikmat. Aneka minuman juga tersedia untuk melengkapi suasana. Semua hidangan tersebut merupakan hasil kreasi ibu-ibu Komplek Wisma Harapan 1, yang dengan penuh dedikasi mempersiapkan sajian terbaik bagi seluruh warga. Seperti biasa, kelezatan masakan mereka selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap acara.

Di tengah suasana santap malam dan ramah tamah, panitia tiba-tiba memberikan pengumuman atas kehadiran Bapak Edi Sitorus, anggota DPRD Kota Depok dari komisi C yang membawahi bidang pembangunan, yang malam itu berkesempatan hadir di tengah kesibukannya.

Kehadiran beliau tentu menjadi momen tersendiri pada acara malam itu. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Wisma Harapan 1 yang menurutnya aktif dalam kegiatan bermasyarakat. Beberapa kali beliau diundang hadir pada acara kebersamaan semacam halal bi halal seperti malam itu dan beliau berusaha untuk menyempatkan hadir.

Dalam kesempatan itu beliau juga menyampaikan beberapa informasi penting terkait perkembangan Kota Depok. Di antaranya seperti rencana pembangunan flyover di Jalan Margonda yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan, serta penjelasan mengenai kondisi efisiensi anggaran yang saat ini terjadi di berbagai sektor, termasuk di tingkat pemerintah kota Depok, dan berharap agar efisiensi tersebut tidak sampai menghambat pembangunan yang diperlukan bagi masyarakat khususnya lingkungan di sekitar Wisma Harapan 1, Mekarsari Cimanggis ini.

Bapak Edi Sitorus juga telah mendapatkan informasi mengenai kebutuhan warga di komplek Wisma Harapan 1, seperti permasalahan sampah dan juga kondisi kolam penampungan air di belakang komplek Wisma Harapan 1 yang memerlukan pembangunan lebih lanjut. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah Kota Depok sedang melakukan penjajakan dengan pihak terkait seperti perusahaan pengelola sampah yang memiliki potensi untuk mengolah sampah dalam kapasitas yang besar dan harapan beliau agar Pemkot Depok dapat membantu pengadaan water reservoir guna penampungan air yang lebih baik di lingkungan komplek ini.

Sebagai penutup, panitia mengingatkan seluruh warga untuk tetap menjaga kebersihan selama acara berlangsung. Mengingat lokasi acara berada di lapangan tenis yang juga digunakan untuk aktivitas warga, warga dihimbau untuk membuang sampah pada tempatnya serta meletakkan gelas dan piring di area yang telah disediakan. Hal ini penting agar keesokan harinya lapangan dapat kembali digunakan dalam kondisi bersih dan rapi.

Malam halal bi halal itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara rutin tahunan. Ia menjadi ruang untuk memperkuat hubungan, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan persaudaraan terhadap sesama warga.

Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa menjaga silaturahmi dan saling memaafkan adalah fondasi utama dalam membangun lingkungan yang harmonis.

Kerja Bakti di Lingkungan Wisma Harapan 1

Pagi di akhir pekan sering kali identik dengan waktu istirahat, namun di Wisma Harapan 1, Sabtu pagi justru menjadi momen untuk bergerak bersama. Bukan sekadar rutinitas membersihkan lingkungan, kerja bakti selalu menghadirkan moment kebersamaan, kepedulian, dan semangat warga dalam merawat lingkungan di komplek perumahan ini.

Pada Sabtu, 14 Februari 2026, sejak pukul setengah delapan pagi, aktivitas sudah mulai terasa di berbagai sudut kompleks. Warga berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan di masing-masing RT, membawa peralatan kebersihan dan semangat untuk bersama menjaga kebersihan lingkungan.

Seperti biasanya, kerja bakti difokuskan pada area-area yang telah ditentukan. Untuk wilayah RT 3 dan RT 4 misalnya, perhatian utama tertuju pada taman belakang, area yang dikenal memiliki banyak tanaman/pepohonan sekaligus menjadi titik dengan potensi semak belukar dan tanaman liar, dan begitupun untuk di RT lainny, ada titik tertentu yang sudah ditentukan untuk dibersihkan.

Rumput liar dipangkas, pepohonan yang tumbuh tidak teratur dirapikan, hingga tanaman yang dinilai sudah tidak layak atau mengganggu keindahan taman turut dibersihkan. Setiap sudut taman diperhatikan dengan saksama, karena warga ingin memastikan bahwa ruang bersama tersebut kembali tampil rapi dan nyaman dipandang.

Kerja bakti kali ini ada yang berbeda dari biasanya. Di salah satu sudut taman ditemukan tumpukan sampah berupa puing-puing bekas material bangunan. Keberadaan puing-puing tersebut tentu dapat merusak estetika taman. Dengan penuh kesabaran, warga memungut potongan demi potongan material tersebut dan mengumpulkannya ke dalam karung khusus untuk kemudian dibuang pada tempat yang semestinya.

Selain membersihkan puing-puing bangunan, warga juga menata kembali area yang dipenuhi tanaman liar. Akar-akar yang menjalar dan semak yang tumbuh tanpa kendali dicabut bersama-sama. Tidak sedikit warga yang harus bekerja ekstra karena tanaman tersebut telah tumbuh cukup kuat dan sulit dibersihkan. Namun suasana tetap terasa hangat dan penuh semangat. Saling membantu, saling memberi arahan, hingga sesekali diselingi canda ringan membuat pekerjaan berat terasa lebih ringan.

Tantangan lain yang dihadapi pagi itu adalah genangan air sisa hujan yang masih terlihat di beberapa titik sepanjang jalan dan area sekitar taman belakang. Genangan tersebut tentu mengganggu keindahan lingkungan di sepanjang jalan taman belakang. Warga pun bahu membahu membersihkan dan mengeringkan area yang tergenang. Dengan kerja sama yang solid, perlahan lingkungan yang semula terlihat kurang terawat kembali tampak bersih dan tertata.

Kerja bakti di kompleks ini memang bukan sekadar aktivitas membersihkan lingkungan, melainkan juga menjadi ruang pertemuan sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Di sela-sela kegiatan, terlihat warga saling berbincang, bertukar cerita, dan mempererat kebersamaan yang mungkin sulit ditemukan di tengah kesibukan sehari-hari.

Tidak lengkap rasanya kegiatan kerja bakti tanpa kehadiran ibu-ibu warga yang dengan penuh perhatian menyiapkan berbagai hidangan untuk para peserta. Seperti yang sudah menjadi tradisi, meja konsumsi pagi itu dipenuhi aneka makanan yang menggugah selera.

Gorengan tahu dan bakwan yang hangat tersaji dengan aroma yang menggoda, sementara semangkuk soto ayam lengkap dengan telur menjadi sajian istimewa yang mengembalikan energi setelah bekerja membersihkan lingkungan. Dan masih banyak lagi hidangan lainnya seperti aneka kue, roti, lontong aneka jajanan pasar dan tentu saja kopi panas yang selalu menemani moment seperti ini.

Kehangatan hidangan yang disiapkan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi simbol perhatian dan kebersamaan yang selalu hadir dalam setiap kegiatan warga.

Kehadiran sajian tersebut menjadi momen istirahat yang dinanti. Setelah bekerja membersihkan taman dan jalan, warga berkumpul menikmati hidangan sambil berbincang santai.

Kerja bakti pada pagi itu kembali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tumbuh dari kesadaran bersama. Tidak ada peran yang terlalu kecil dalam upaya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Melalui kegiatan seperti ini, semangat gotong royong terus terpelihara dan menjadi bagian dari identitas warga kompleks. Lingkungan yang bersih dan tertata bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kerja sama dan kepedulian bersama. Kerja bakti mungkin merupakan kegiatan yang rutin dilakukan, tetapi setiap pelaksanaannya selalu menghadirkan cerita baru tentang kebersamaan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Pada kesempatan kerja bakti tersebut, warga juga melaksanakan kegiatan yang bernilai jangka panjang, yakni penanaman pohon alpukat varietas unggul di taman belakang. Penanaman ini menjadi simbol kepedulian warga terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya memperkaya ruang hijau di kawasan Wisma Harapan 1. Dengan penuh semangat, warga bersama-sama menyiapkan lahan, menanam bibit, serta memastikan pohon tertanam dengan baik agar dapat tumbuh optimal. Kehadiran pohon alpukat ini diharapkan tidak hanya memperindah taman, tetapi juga memberikan manfaat di masa depan, sebagai hasil yang dapat dinikmati bersama.

Sabtu pagi itu pun menjadi saksi bahwa menjaga lingkungan kompleks Wisma Harapan 1 bukan hanya tanggung jawab, melainkan juga wujud nyata cinta terhadap tempat yang disebut rumah. Dengan semangat yang terus terjaga, warga berharap kebersamaan seperti ini akan selalu menjadi tradisi yang memperkuat persaudaraan dan menjadikan lingkungan semakin nyaman.