Halal Bihalal Tingkatkan Tali Silaturahmi Dan Kepedulian Terhadap Sesama

Dalam kehidupan bermasyarakat, menjaga silaturahmi bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan. Hubungan yang terjalin dengan baik antar sesama akan melahirkan ketenangan, memperpanjang keberkahan, dan menghadirkan rasa saling memiliki. Islam sendiri sangat menekankan pentingnya agar manusia menjaga hubungan kekerabatan dan tidak memutuskan silaturahmi.

Tak kalah penting, perilaku saling memaafkan juga menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan. Sebab tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, dan memaafkan adalah jalan untuk membersihkan hati sekaligus memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.

Semangat inilah yang terasa kuat pada Sabtu malam, 18 April 2026, ketika warga Komplek Wisma Harapan 1 kembali menggelar acara halal bi halal. Bertempat di lapangan tenis kompleks, acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Beberapa hari sebelumnya, panitia telah menyebarkan undangan secara online melalui grup WhatsApp warga. Dalam undangan tersebut, tidak hanya disampaikan informasi waktu dan tempat, tetapi juga tata tertib acara serta dresscode yang perlu diperhatikan.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang sederhana namun khidmat, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan nuansa yang berbeda oleh anak-anak di sekitar komplek Wisma Harapan 1.

Setelah itu, doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar kebersamaan yang terjalin malam itu membawa keberkahan bagi seluruh warga. Doa bersama malam itu dipimpin oleh Bpk. Agus Musadad yang juga selaku Ketua DKM Masjid Al Muhajirin.

Sambutan selanjutnya datang dari Ketua RW, Bpk. Effendi Pohan. Dalam kesempatan tersebut Pak RW berterimakasih kepada segenap pihak yang terlibat pada penyelenggaraan acara Halal Bihalal malam itu, seperti seperti Ibu-Ibu yang telah menyiapkan konsumsi dan Bapak-Bapak yang mempersiapkan segara perlengkapan dan peralatan. Tidak lupa beliau juga menyinggung mengenai rencana pembangunan di lingkungan sekitar termasuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah.

Sebenarnya, acara malam itu direncanakan juga akan dihadiri oleh Bapak Lurah setempat untuk memberikan sambutan. Namun, karena suatu hal, beliau berhalangan hadir. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan rangkaian acara yang telah dipersiapkan.

Setelah sesi saling bersamalam dan memaafkan antar warga, acara dilanjutkan dengan makan malam bersama dan ramah tamah. Berbagai hidangan tersaji dengan menggugah selera. Mulai dari lontong cap gomeh, spaghetti, bakso, zuppa soup yang creamy, hingga aneka buah-buahan, kue, jajanan pasar, dan es krim yang nikmat. Aneka minuman juga tersedia untuk melengkapi suasana. Semua hidangan tersebut merupakan hasil kreasi ibu-ibu Komplek Wisma Harapan 1, yang dengan penuh dedikasi mempersiapkan sajian terbaik bagi seluruh warga. Seperti biasa, kelezatan masakan mereka selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap acara.

Di tengah suasana santap malam dan ramah tamah, panitia tiba-tiba memberikan pengumuman atas kehadiran Bapak Edi Sitorus, anggota DPRD Kota Depok dari komisi C yang membawahi bidang pembangunan, yang malam itu berkesempatan hadir di tengah kesibukannya.

Kehadiran beliau tentu menjadi momen tersendiri pada acara malam itu. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Wisma Harapan 1 yang menurutnya aktif dalam kegiatan bermasyarakat. Beberapa kali beliau diundang hadir pada acara kebersamaan semacam halal bi halal seperti malam itu dan beliau berusaha untuk menyempatkan hadir.

Dalam kesempatan itu beliau juga menyampaikan beberapa informasi penting terkait perkembangan Kota Depok. Di antaranya seperti rencana pembangunan flyover di Jalan Margonda yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan, serta penjelasan mengenai kondisi efisiensi anggaran yang saat ini terjadi di berbagai sektor, termasuk di tingkat pemerintah kota Depok, dan berharap agar efisiensi tersebut tidak sampai menghambat pembangunan yang diperlukan bagi masyarakat khususnya lingkungan di sekitar Wisma Harapan 1, Mekarsari Cimanggis ini.

Bapak Edi Sitorus juga telah mendapatkan informasi mengenai kebutuhan warga di komplek Wisma Harapan 1, seperti permasalahan sampah dan juga kondisi kolam penampungan air di belakang komplek Wisma Harapan 1 yang memerlukan pembangunan lebih lanjut. Beliau menyampaikan bahwa pemerintah Kota Depok sedang melakukan penjajakan dengan pihak terkait seperti perusahaan pengelola sampah yang memiliki potensi untuk mengolah sampah dalam kapasitas yang besar dan harapan beliau agar Pemkot Depok dapat membantu pengadaan water reservoir guna penampungan air yang lebih baik di lingkungan komplek ini.

Sebagai penutup, panitia mengingatkan seluruh warga untuk tetap menjaga kebersihan selama acara berlangsung. Mengingat lokasi acara berada di lapangan tenis yang juga digunakan untuk aktivitas warga, warga dihimbau untuk membuang sampah pada tempatnya serta meletakkan gelas dan piring di area yang telah disediakan. Hal ini penting agar keesokan harinya lapangan dapat kembali digunakan dalam kondisi bersih dan rapi.

Malam halal bi halal itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara rutin tahunan. Ia menjadi ruang untuk memperkuat hubungan, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan persaudaraan terhadap sesama warga.

Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa menjaga silaturahmi dan saling memaafkan adalah fondasi utama dalam membangun lingkungan yang harmonis.

Halal Bi Halal Keluarga Besar Wisma Harapan 1 (1 Syawal 1446 H)

Ada yang tak pernah berubah setiap tahun di Komplek Wisma Harapan 1. Suatu “tradisi ” yang selalu dinanti ketika warga kompleks ini selesai berlebaran, yaitu acara Halal bi Halal atau syawalan.

Malam 19 April 2025 kemarin, lapangan tenis kembali menjadi ruang temu yang hangat untuk keluarga besar wisma harapan 1. Bukan hanya untuk saling memaafkan, tapi juga untuk menguatkan ikatan kekeluargaan yang sudah dibangun tahun demi tahun.

Antusiasme warga begitu terasa sejak awal acara dimulai. Kursi-kursi yang telah ditata rapi oleh panitia tampak terisi penuh, bahkan sebagian warga rela berdiri demi bisa ikut menyimak jalannya acara. Dari anak-anak hingga orang tua, semua tampak hadir dengan wajah cerah dan semangat kebersamaan.

Sebagai pembuka, acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua panitia halal bi halal. Sebuah podium sederhana disiapkan untuk sesi ini. Ketua panitia menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak yang telah membuat acara ini dapat terselenggara dengan baik.

Tidak lupa Bapak RW tentunya juga turut memberikan sambutan pada acara ini. Pak RW menyampaikan pesan-pesan silaturahmi, pentingnya menjaga kekompakan antarwarga, serta harapan agar momen halal bi halal ini terus menjadi tradisi yang mempererat tali persaudaraan di lingkungan Wisma Harapan 1.

Malam halal bi halal tahun ini terasa lebih istimewa karena kehadiran tamu kehormatan, Bapak Edi Sitorus — anggota DPRD Komisi C Kota Depok. Kehadiran beliau menjadi penyemangat tersendiri bagi warga Wisma Harapan 1. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga dan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Malam itu, lapangan tenis tak hanya diterangi oleh lampu-lampu yang digantung di sekeliling tenda, tetapi juga oleh antusiasme seluruh warga yang hadir. Momen seperti ini memang menjadi saat yang tepat untuk saling bertatap muka antar tetangga yang mungkin jarang bertemu di hari hari biasa. Nyaris tidak ada kursi yang tersisa !

Menggelar acara di ruang terbuka memang selalu punya tantangan tersendiri, apalagi di musim cuaca tak menentu seperti sekarang. Namun panitia dan warga Wisma Harapan 1 sudah mempersiapkan perencanaan yang matang untuk itu. Tenda-tenda yang kokoh sudah berdiri sejak siang hari. Meskipun malam itu hujan tak turun, tapi itu adalah persiapan yang penting sehingga semuanya bisa menikmati acara dengan nyaman.

Acara malam itu juga diramaikan oleh penampilan anak-anak dari TPQ Masjid Al Muhajirin, yang dengan penuh semangat membawakan lantunan Asma’ul Husna. Penampilan mereka tak hanya menambah semarak suasana. Anak-anak yang tampil dengan percaya diri itu berhasil mencuri perhatian para hadirin, menghadirkan senyum bangga dari para orang tua dan tepuk tangan meriah dari seluruh warga yang hadir.

Tak lengkap rasanya pertemuan tanpa hidangan yang menggugah selera. Malam itu, meja-meja di sisi lapangan tenis dipenuhi aneka sajian yang menggoda—hasil tangan-tangan terampil ibu-ibu warga Wisma Harapan 1. Mulai dari masakan tradisional hingga kudapan rumahan, semuanya hadir dengan berbagai cita rasa.

Di balik ragam hidangan yang tersaji malam itu, ada hal yang jarang terlihat mata: koordinasi dan kekompakan antar RT. Sudah menjadi semacam tradisi tak tertulis—setiap kali ada acara kumpul warga, termasuk kegiatan syawalan malam tadi, para ibu di kompleks Wisma Harapan 1 akan saling berkordinasi dalam menyusun daftar menu.

Mereka akan saling bertanya, saling melengkapi, hingga tercipta aneka hidangan tanpa satupun menu yang tumpang tindih. Karena jelas “siapa masak apa” untuk dihidangkan malam itu. Semua dipikirkan dengan rapi dan ditata dengan baik.

Di tengah keramaian acara, pemandangan yang tak kalah menarik datang dari barisan para bapak. Dengan gaya santai dan ekspresi puas, mereka tampak menikmati sajian malam itu. Duduk berkelompok sambil sesekali bercengkrama. Dengan kompak mengangkat jempolnya, seperti bentuk apresiasi untuk warga yang sudah memasak di hari itu. Ekspresi mereka sudah cukup mewakili: malam ini makanannya luar biasa.

Kompleks kami ini memang beruntung karena warganya dianugerahi selera dan bakat memasak yang luar biasa. Dari yang gurih hingga yang manis, dari menu rumahan sampai sajian khas —semuanya tersaji dengan cita rasa yang selalu menggugah selera.

Mungkin itulah kenapa setiap kali ada kumpul bersama, makanan selalu jadi cerita tersendiri. Bukan hanya karena rasanya yang enak, tapi karena kita tahu betul: semua dibuat dengan niat baik dan semangat berbagi yang tulus. Bukan chef profesional atau koki dari restoran mahal, cukup ibu-ibu kompleks kami, dan setiap acara pasti terasa istimewa.

Suasana malam tadi menjadi hangat penuh keakraban, bukan hanya karena hidangan yang tersaji, tetapi juga karena pesan-pesan positif yang dibawa oleh Bapak Edi Sitorus beserta rombongannya . Sebuah kehormatan tersendiri bagi warga Kompleks Wisma Harapan 1, bahwa kegiatan sederhana ini mendapat perhatian dari tokoh publik yang turut hadir dan berbaur dalam suasana kekeluargaan.

Tugas ini bukanlah hal yang mudah, namun malam itu, para MC bisa menjalankan tugas mereka dengan begitu apik—mereka harus berdiri di hadapan banyak orang, menjaga alur acara tetap rapi, menjaga suasana tetap hangat, dan tetap tersenyum meski di baliknya ada rasa gugup yang sering kali tak tampak. Mereka harus tanggap pada situasi, siap berimprovisasi ketika ada hal-hal di luar rencana, dan mampu menjadi jembatan antara panitia, tamu undangan, dan seluruh warga yang hadir.

Di balik gemuruh alunan musik dan suara mikrofon yang terdengar jernih sepanjang acara, ada sosok yang jarang terlihat tapi justru perannya penting sekali untuk keberlangsungan acara malam tadi. Warga yang tanpa banyak sorotan, memastikan bahwa setiap sambutan terdengar jelas, setiap penampilan terdengar nyaring, dan setiap alunan lagu mengalir tanpa gangguan. Mereka bekerja dalam senyap, tetapi selalu sigap di balik meja kontrol sound system. Sedikit gangguan suara saja pastinya bisa mengganggu jalannya acara.

Tentu saja ada peran besar pemuda-pemudi Karang Taruna Wisma Harapan 1 Di balik terlaksananya acara halal bi halal malam itu, yang patut diapresiasi. Dengan semangat mereka bekerja menyusun dan mengatur jalannya acara, hingga memastikan semua berjalan tepat waktu dan berkordinasi dengan baik dengan semua warga.

Dengan dedikasi tanpa pamrih dan semangat gotong royong yang tulus, mereka membuktikan bahwa semangat kepemudaan di kompleks ini bukan hanya sekadar nama, tetapi benar-benar hidup dalam aksi nyata.

Keberhasilan acara halal bi halal malam itu tentu bukan hasil kerja beberapa jam saja. Sejak jauh-jauh hari, berbagai persiapan telah dilakukan bersama. Semua warga mengambil bagian sesuai perannya masing-masing, dengan penuh kesadaran dan sukarela. Inilah kekuatan sesungguhnya dari sebuah komunitas-Keluarga Besar Wisma Harapan 1.

Pada akhirnya, acara halal bi halal bukan sekadar agenda tahunan yang hadir lalu berlalu begitu saja. Ia adalah jembatan—yang setiap tahun kita bangun dan rawat bersama—untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan bertetangga.

Di kompleks Wisma Harapan 1 ini, warga bukan hanya berbagi pagar, jalan, atau tempat ibadah. Kita berbagi kehidupan. Maka, menjaga kekompakan bukan hanya soal kebersamaan saat acara, tetapi juga dalam keseharian.

Semoga semangat saling memaafkan yang mengisi malam halal bi halal kemarin tidak berhenti di ujung acara. Semoga ia menetap dalam cara kita memperlakukan satu sama lain. Dalam saling memahami, dalam menghindari prasangka, dan dalam mengupayakan kebaikan bersama.

Tentu berharap warga Wisma Harapan 1 senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan, agar bisa terus aktif, guyub, dan solid dalam setiap kegiatan yang akan datang. Mari kita jaga lingkungan ini sebagai tempat yang tak hanya nyaman untuk ditinggali, tapi juga nyaman di hati.

Rumah sejati bukan hanya bangunan—melainkan rasa memiliki dan keterhubungan antar sesama penghuninya.